TV ONLINE ::: LIVE PARLIMEN :: LIVE DUN


international webtv

CLICK for Free Online Newspapers, Live Web Radio, Web TV, and More. CLICK for Free Online Newspapers, Live Web Radio, Web TV, and More. CLICK for Free Online Newspapers, Live Web Radio, Web TV, and More. http://www.mediaplanetaria.com/remote_media/

Tip dan Trip

Thursday, May 7, 2009

IE8: Menjelajah Web dengan Keyboard

Cara untuk menggunakan fitur Caret Browsing seperti ini.
1. Buka Internet Explorer 8.

2. Lalu, tekan tombol [F7] pada keyboard atau klik tombol [Page], dan klik tombol [Caret Browsing].

3. Klik [Yes] untuk mengaktifkan Caret Browsing

Percepat Startup

Buka Windows Explorer, dan masuklah ke folder C:-WINDOWS-Prefetch.
Blok semua file, atau tekan kombinasi tombol [Ctrl] + [A] untuk memilih semua file yang ada di dalam folder. Kemudian, tekan tombol [Delete] pada keyboard. Tekan [Yes] saat mungul jendela konfirmasi.
Restart komputer dan perhatikan startup Windows akan menjadi lebih cepat dari biasanya. (Ekaristi-ekaristi[at]smartsolution.web.id)

Kunci Format Dokumen

Ikuti langkah-langkah di bawah ini:
1. Jalankan Microsoft Word  kemudian buka dokumen yang ingin Anda proteksi formatnya melalui menu [File] > [Open].
2. Setelah dokumen terbuka, klik [Review] > [Protect Document] > [Restrict Formatting and Editing].
3. Di bagian kanan jendela akan muncul Task Pane Restrict Formatting and Editing. Tandai checkbox di bagian [Limit formatting a selection of styles]. Dengan begini maka tidak akan ada orang yang dapat mengubah seting format di dokumen Anda.
4. Untuk mengaplikasikan perubahan yang telah Anda lakukan, klik tombol [Yes, Start Enforcing Protection].
5. Setelah Anda mengklik tombol tersebut, akan muncul sebuah kotak dialog yang akan meminta Anda untuk memasukkan password. Password tersebut nantinya dapat digunakan untuk menonaktifkan kembali penguncian formatting.

Nah, sekarang dokumen Anda telah aman dari tangan-tangan jahil yang merusak format dokumen yang telah Anda buat. Untuk mengaktifkan kembali proteksi ini, klik [Review] > [Protect Document] > [Restrict Formatting and Editing] > [Stop Protection] kemudian masukkan password yang sudah Anda tentukan tadi.

Auto Recover Office

Begini caranya:
1. Jalankan Microsoft Word, kemudian klik menu [File] > [Word Options...].

2. Pada kotak dialog Options, klik menu [Save].

3. Tandai checkbox [Save AutoRecover info every].

4. Pada kotak sebelum minutes, isikan angka yang mengartikan berapa menit sekali dokumen tersebut secara otomatis akan disimpan.

5. Arahkan lokasi file hasil recover ke folder dokumen Anda dengan mendefinisikan alamatnya pada bagian AutoRecover file location.

6. Sebagai langkah pengaman tambahan, klik checkbox [Always create backup copy] yang terdapat di bagian Save di menu [Advanced].

7. Jika sudah, klik [OK] untuk menutup window Options.

Sekarang, dokumen Anda secara otomatis akan disimpan sesuai dengan setting yang Anda buat.

Word dengan Password

Caranya begini:
1. Buka aplikasi Microsoft Word Anda, kemudian pilih tab [View].

2. Pada pita di bawahnya, klik tombol [Macros].

3. Setelah muncul jendela "Macros", isi "Macro name" dengan nama "AutoNew". Perlu diperhatikan, nama makro harus disimpan dengan nama "AutoNew".

4. Klik [Create] untuk mulai membuat makro.

5. Selanjutnya, akan muncul jendela Microsoft Visual Basic editor. Pada jendela tersebut, ketikkan skrip di bawah ini.

pass = InputBox("Masukkan password Anda.")
If pass = "rahasia" Then
End
Else
MsgBox ("Password yang Anda masukkan salah.")
ActiveDocument.Close
End If

Pada skrip di atas, Anda dapat mengganti "rahasia" dengan password yang akan Anda inginkan.Simpan makro Anda kemudian tutup aplikasi Microsoft Word.

Sekarang, buatlah shortcut Microsoft Word baru dengan cara mengklik kanan mouse pada desktop dan pilih menu [New] > [Shortcut]. Isi "Type the location of the item" dengan "C:-Program Files-Microsoft Office-Office12-WINWORD.EXE" /n, kemudian klik [Next].

Isikan "Type a name for this Shortcut" dengan nama "Microsoft Office Word 2007". Hapus shortcut yang ada di menu start, kemudian pindahkan shortcut yang baru saja Anda buat ke menu Start, menggantikan shortcut yang asli.

Setelah itu tutup aplikasi Microsoft word. Mulai sekarang bila seseorang ingin menggunakan Microsoft Word dan membuat dokumen baru, muncullah kotak yang meminta password.

Membuka Dokumen Corrupt

diperbaiki dengan Text Recovery Converter. Caranya menggunakannya sebagai berikut:
1. Buka program Microsoft Word, lalu klik [File] > [Open].
2. Pilih file dokumen yang rusak tersebut.
3. Klik panah kecil yang ada di sisi kanan tombol [Open].
4. Pada menu drop down yang terbuka, pilih [Open and Repair].
5. File Anda yang rusak akan terbuka kembali. Tapi perlu diketahui, tingkat keberhasilan perbaikan ini tergantung dari seberapa besar kerusakan file Anda.

Mencetak Lebih Cepat

Cara pengaturannya seperti ini:
1. Klik [Start] > [All Programs] > [Microsoft Office] > [Microsoft Office Word 2007] untuk menjalankan Microsoft Word.
2. Pada jendela utama program, klik tombol [File] yang berlogo Microsoft Office, kemudian klik tombol [Word Options].
3. Sesaat kemudian jendela "Word Options "akan terbuka. Klik menu [Advanced] yang terdapat pada jendela ini.
4. Cari grup "Print "yang berada di sisi kanan jendela, kemudian hilangkan tanda cek di depan opsi [Print in background].
5. Tekan [OK] untuk menyimpan perubahan dan cobalah mencetak kembali di Microsoft Word.

Uninstall Partition Windows

Kembali ke XP
Berikut adalah langkah-langkah untuk uninstall Windows 7 dan kembali ke Windows XP. Langkah-langkah ini cuma bisa jalan di Windows XP. Kalau Anda bikin dual-boot dengan Windows Vista, lihat bagian "Bagaimana ke Vista Lagi?"

Inti dari langkah-langkah yang akan dilakukan adalah menghapus menu sistem operasi saat komputer dinyalakan. Kalau menu ini tidak ada, komputer akan menjalankan sistem operasi standar.
1. Masuk ke Windows XP seperti biasa.
2. Masukkan DVD Windows 7 ke dalam DVD-ROM.
3. Tekan tombol [Windows] + [R] untuk menjalankan kotak Run.
4. Kalau drive DVD-ROM Anda adalah "E", ketikkan "E:-boot-bootsect.exe /nt52 ALL /force". Tanda petiknya tak usah yah. Ganti huruf "E" kalau drive DVD-ROM Anda bukan drive E.
5. Keluarkan DVD dari DVD-ROM, lalu restart komputer.
6. Komputer akan masuk ke Windows XP.
7. Format drive yang berisi Windows 7 atau hapus file dan folder milik Windows 7 secara manual kalau di drive itu berisi data juga.
8. Hapus file Boot.bak dan BootSect.bak dari drive tempat Windows XP.

Bagaimana ke Vista Lagi?
Caranya tidak berbeda jauh dengan cara instalasi di Windows XP. Bedanya cuma terletak pada perintah pada langkah keempat. Master Boot Record (MBR) yang digunakan Windows XP adalah NT52, sedangkan MBR pada Windows Vista adalah NT60. Lihat langkah 4 pada "Kembali ke XP". Ada "nt52", bukan?

Berikut langkah-langkah kembali ke Windows Vista.
1. Masuklah ke Windows Vista.
2. Masukkan DVD instalasi Windows 7 beta ke dalam DVD-ROM.
3. Tekan tombol [Windows] + [R] untuk menjalankan kotak Run.
4. Kalau drive DVD-ROM Anda adalah "E", ketikkan "E:-boot-bootsect.exe /nt60 ALL /force".
5. Keluarkan DVD dari DVD-ROM, lalu restart komputer.
6. Komputer akan masuk ke Windows Vista.
7. Format drive yang berisi Windows 7 atau hapus file dan folder milik Windows 7 secara manual kalau di drive itu berisi data juga.
8. Hapus file Boot.bak dan BootSect.bak dari drive milik Windows Vista.

DVD Windows 7 Hilang?
Bagaimana kalau DVD Windows 7 hilang? Hmm, tak apa-apa, Anda tetap bisa uninstall Windows 7.

Caranya begini:
1. Jalankan sistem operasi utama Anda — Windows Vista atau Windows XP.
2. Format partisi Windows 7 — pastikan Anda tidak menyimpan data di situ.
3. Masukkan CD Windows XP atau Windows Vista.
4. Klik [Start] > [Run]. Ketikkan jalankan "C:-Windows-boot-bootsect /nt52 c:" untuk Windows XP. Untuk Windows Vista, klik [Start] lalu ketikkan "C:-Windows-boot-bootsect /nt60 c:".

Menggabungkan Partisi
Kalau dulu Anda meng-instal Windows 7 di partisi baru, maka setelah di-uninstall akan ada 1 partisi yang kosong. Anda bisa pakai partisi tersebut untuk data. Tapi, kalau Anda ingin gabungkan partisi tersebut ke partisi lain, inilah caranya:

Kita akan pakai peranti lunak yang sama yang digunakan untuk membuat partisi Windows 7, yakni EASEUS Partition Manager. Ikuti saja langkah-langkah ini untuk Windows XP.
1. Jalankan EASEUS Partition Manager.
2. Klik partisi bekas Windows 7.
3. Klik [Delete].
4. Pilih [Delete Partition], lalu klik [OK].
5. Setelah kembali ke jendela EASUS Partition Manager, klik partisi yang hendak disatukan dengan partisi bekas Windows 7. PCplus ingin menyatukannya dengan partisi C. Jadilah PCplus mengklik [C: (NTFS)]. Klik [Resize/Move].
6. Pada kotak yang muncul, geser kotak dengan panah kanan sampai mentok ke kanan. Klik [OK].
7. Kalau sudah klik [Apply]. Klik [Yes] pada kotak yang muncul. Komputer akan restart. Tunggu sampai proses selesai.

Penggabungan partisi di Windows Vista tak sesulit Windows XP, sebab kita tidak perlu instal aplikasi tambahan. Computer Management di Windows Vista dipakai untuk menyatukan partisi.

Begini cara pakainya.
1. Buka Windows Explorer, klik kanan pada [Computer], lalu klik [Manage].
2. Keluarlah jendela Computer Management. Klik [Storage] > [Disk Management] yang ada di menu sebelah kiri.
3. Pilih partisi eks Windows 7, lalu klik kanan di situ. Ikuti dengan klik [Delete Volume]. Klik [Yes] pada kotak yang muncul.
4. Setelah itu, klik kanan pada partisi yang hendak disatukan dengan partisi bekas Windows 7, lalu klik [Extend Volume].
5. Sekejap, muncul wizard. Secara otomatis, kapasitas partisi sudah ditambah dengan kapasitasi partisi bekas Windows 7. Klik [Next].
6. Klik [Finish].

Diaplikasikan dari: Tabloid Pc Plus

Bina antivirus portable USB

Buka Notepad dan ketikkan baris-baris perintah berikut ini.

[autorun]

Open=antivirus.exe

Action=Open Anti Virus Portable!

Icon=icon.ico

Label=Your_Name

Kalau sudah, simpan dengan nama autorun.inf. Agar tidak jadi file TXT, ubah Save as Type menjadi [All Files].

Berikut ini adalah penjelasan ringkas mengenai perintah-perintah dalam file autorun.inf tadi.

Perintah "Open" adalah perintah untuk membuka antivirus tersebut. Perintah Open diikuti dengan file yang menjalankan antivirus. Jadi, ganti "antivirus.exe" di perintah itu dengan nama file antivirus yang digunakan. Misalnya, nama file antivirusnya "antivirx.exe" maka perintah tersebut menjadi "Open=clamwin.exe". Nah, kalau file itu berada di dalam folder lain—misalnya folder AntivirX 1.0, perintah itu berubah menjadi "Open=AntivirX 1.0-clamwin.exe".

Perintah "Action"berguna untuk menampilkan kalimat pada kotak dialog ketika antivirus akan dijalankan. Kalimat yang mengikuti perintah ini boleh diganti dengan kata-kata lain.

Perintah "Icon" berfungsi untuk mengganti ikon standar UFD yang tampil pada Windows Explorer. Enggak ada fungsi khusus yang berkaitan dengan antivirus, ikon itu cuma mempercantik saja. Tentu saja file ikon harus ada juga di UFD. Nama file yang pada contoh "icon.ico" diganti sesuai dengan nama file ikon yang digunakan.

Terakhir, perintah "Label" berfungsi ntuk memberikan nama dari pada UFD. Sama seperti perintah "Icon", perintah ini juga enggak ada hubungannya dengan usaha pencegahan masuknya virus.

Atribut file autorun.inf itu baiknya dibuat menjadi "Read-Only"--cuma bisa dibaca, tidak bisa diubah-ubah. Kalau tidak bisa diubah, berarti virus tidak akan bisa memodifikasi file tersebut. Caranya begini, klik kanan file itu, lalu klik [Properties]. Pada bagian Attributes, beri tanda centang pada [Read-Only].

Berikut ini adalah penggunaan UFD untuk mendeteksi virus yang ada pada komputer.

1.      Masukkan UFD namun jangan membuka flash disk pada komputer. UFD belum dibuka, virus dalam komputer tidak akan masuk ke dalam flash disk atau sebaliknya.

2.      Jalankan fungsi jalan otomatis dengan mengklik tombol [OK] pada kotak dialog yang muncul. Antivirus portabel yang ada pada UFD akan berjalan.

3.      Scan virus pada komputer, khususnya pada C:-Windows-System32.

4.      Kalau ada antivirus melaporkan adanya virus, jangan ragu, komputer itu memang bervirus. 

5.      Selanjutnya silakan bersihkan komputer itu. Kalau tidak, yah cabut saja buru-buru UFD yang dicolok.

 
 

Caption:

1.      File autorun.inf yang akan menjalankan antivirus secara otomatis berisi baris-baris perintah seperti tampak pada gambar.

2.      Ketika dijalankan, muncul sebuah pilihan dengan teks seperti yang dimasukkan pada baris perintah "Action". Pilih itu dan klik [OK].